RS Santosa Dituding Tolak Pasien karena BPJS Mati, Pihak Rumah Sakit Bela Diri

JAKARTA NOW

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 22:10 WIB

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Sebuah kontroversi muncul di RS Santosa, Kota Bandung, setelah pihak rumah sakit dituding menolak pasien karena BPJS-nya sudah mati. Orang tua pasien, Inisial F, mengaku bahwa anaknya dibiarkan tanpa tindakan medis karena BPJS-nya sudah tidak aktif.

“Ia Ibu maaf untuk saat ini Kami dari pelayanan RS Santosa hanya bisa menangani pasien yang sudah lengkap kebutuhannya terkait BPJS aktif,” ucap oknum pelayanan RS Santosa, seperti yang dikutip oleh sumber.

Namun, pihak RS Santosa membela diri dengan mengatakan bahwa mereka hanya mengikuti prosedur yang berlaku. “Kami memahami bahwa situasi darurat memerlukan penanganan segera, namun kami juga harus memastikan bahwa pasien memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan yang optimal,” kata Humas RS Santosa, dalam pernyataan tertulis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

RS Santosa juga menjelaskan bahwa pasien dapat menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) jika BPJS-nya sudah tidak aktif, namun harus memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu.

“Jika pasien memiliki kondisi darurat, kami akan memberikan penanganan awal dan kemudian meminta pasien untuk melengkapi administrasinya,” tambah Humas RS Santosa.

Namun, Inisial F tetap merasa tidak puas dengan pelayanan RS Santosa dan berharap pihak rumah sakit dapat memperbaiki pelayanan mereka agar tidak ada lagi pasien yang mengalami nasib serupa.

“RS Santosa harus memperbaiki pelayanan mereka dan tidak hanya mementingkan prosedur administratif,” kata Inisial F.

Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berusaha untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dari pihak RS Santosa dan Inisial F.

Berita Terkait

Rumah Rakyat Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andri Yunus, Serukan Aksi “Indonesia Mencekam” di Depan Gedung Merdeka Kota Bandung
Dedi Mulyadi Wajibkan Instansi Pemerintah di Jawa Barat Buka Data Kinerja ke Publik
Aliansi Mahasiswa SUCI Bergerak Gelar Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia
BEM REMA UPI Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia
Menjaga Hal Ekologis Masyarakat Jawa Barat Di Tengah Alih Fungsi Lahan Dan Krisis Iklim
Provinsi Jawa Barat Kembali Menjadi Sorotan Nasional Sebagai Provinsi Dengan Tingkat Intoleransi Tertinggi
Kajian BEM FH UNISBA“Membaca Ulang Pasal-Pasal KUHAP Yang Simpang Siur
Prabu Foundation Gelar Diskusi Penguatan Toleransi dan Pengawasan Medsos di Kalangan Anak

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:33 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Perayaan Dies Natalis ke-2 GAMKI, Perkuat Sinergi Lintas Agama dan Pemuda

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:26 WIB

Polres Aceh Tenggara Tingkatkan Pengamanan dan Patroli di SPBU, Jaga Ketertiban di Tengah Kelangkaan BBM

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:15 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Gelar Temu Ramah dan Anev Bersama Bhabinkamtibmas Jajaran, Perkuat Peran Sebagai Garda Terdepan Polri

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:31 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pererat Silaturahmi Lewat Subuh Keliling dan Jumat Curhat Bersama Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:28 WIB

Dari Dua Pelaku ke Pemasok Utama, Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Bongkar Jaringan Sabu Medan–Kutacane

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:42 WIB

Pengungkapan Kilat 105 Gram Sabu di Aceh Tenggara, Yahdi Hasan Beri Jempol untuk Kapolres Baru

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:46 WIB

Awal Kepemimpinan yang Tegas, Polres Aceh Tenggara Berhasil Sita Lebih dari 100 Gram Sabu

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:08 WIB

Merajut Sinergi, Kapolres Aceh Tenggara Bersama PJU Jalin Silaturahmi dengan Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara

Berita Terbaru