Aceh Tenggara – Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA. menghadiri Perayaan Dies Natalis ke-2 Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Aceh Tenggara yang berlangsung di Desa Suka Damai, Kecamatan Lawe Desky, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan persatuan, toleransi, dan sinergitas antar elemen masyarakat. 25 Juli 2026
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Aceh Tenggara didampingi Kasat Samapta, Kasi Propam, dan Kapolsek Babul Makmur. Kehadiran jajaran Polres Aceh Tenggara disambut hangat oleh pengurus GAMKI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan yang hadir.
Momentum Dies Natalis ke-2 GAMKI tidak hanya menjadi ajang peringatan hari jadi organisasi kepemudaan Kristen tersebut, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, kerukunan umat beragama, serta stabilitas keamanan di Kabupaten Aceh Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo menyampaikan apresiasi kepada GAMKI Aceh Tenggara yang terus berperan aktif dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan-kegiatan positif serta menjaga semangat kebersamaan di tengah keberagaman.
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda, untuk terus menjadi mitra Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.
“Keberagaman adalah kekuatan bangsa. Mari kita rawat persatuan, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga Aceh Tenggara agar tetap aman, damai, serta menjadi daerah yang nyaman bagi seluruh masyarakat,” pesan Kapolres.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, diisi dengan doa bersama, sambutan dari pengurus GAMKI, diskusi, serta ramah tamah antara unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pemuda.
Melalui kehadiran pada perayaan Dies Natalis GAMKI ini, Polres Aceh Tenggara kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Aceh Tenggara yang aman, rukun, dan sejahtera. (Red)






























