Elit Tokoh Publik di Minta Untuk Stop Menghujat Kapolri

JAKARTA NOW

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:44 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (04/02/2026)  Pernyataan sejumlah tokoh nasional terkait Kapolri di medsos dinilai kurang santun, beredarnya opini negatif yang menyerang kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dengan narasi dan bahasa yang kurang santun dan beradab justru menuai keprihatinan dari masyarakat. Saat ini narasi ujaran kebencian dan hujatan di media sosial kepada Kapolri dan institusi polri dianggap sudah mengancam kesehatan mental dan persatuan bangsa. Tokoh publik diminta untuk menjadi contoh yang baik dalam menyampaikan kritikan bukan sekadar caci maki yang terus dipertontonkan diruang publik dan media sosial.

Kordinator LAKSI Azmi Hidzaqi dalam siaran persnya mengajak semua komponen masyarakat agar tidak saling menghujat hanya karena berbeda sikap dan pandangan publik terkait posisi polri di bawah kementrian atau di bawah Presiden langsung, sebab “perbedaan pendapat dan dukungan publik adalah hal lumrah, yang tidak perlu lagi dipertentangkan, dan dipermasalahkan, apalagi sampai saling menghujat.” Oleh karena itu kami meminta agar para tokoh nasional harus dapat memberikan contoh yang baik dalam menyampaikan masukan dan kritik terhadap kapolri, stop melakukan penggiring opini yang menyesatkan publik.

Azmi berpandangan, selama ini para tokoh elit yang memberikan pandangannya di media sosial terkait polri kurang berkualitas serta tidak memberikan pendidikan politik yang sehat bagi masyarakat. Sebab kalau hanya saling menghujat, masyarakat bukannya simpati, malah semakin jengkel,” ucapnya. Seharusnya dalam menyampaikan pendapatnya setiap tokoh elit nasional harus menunjukkan tata krama dan kesantunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Azmi mengingatkan kepada semua elite publik untuk memberikan pendapat yang santun dihadapan publik. Statmen para tokoh elit yang santun’ akan melahirkan ide gagasan yang sejuk dan konstruktif, sebab narasi-narasi positif seperti inilah yang kemudian melahirkan perbaikan. Sudah saatnya kita berupaya untuk menghindari adanya provokasi, saling hujat, ujaran kebencian. Saatnya tokoh elit nasional menyampaikan narasi yang bijak, sejuk, kooperatif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Atas dasar itulah maka kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan narasi saling menghujat terkait perbedaan pandangan untuk menjaga kondusifitas dan kedamaian di ruang publik maupun di media sosial. Sebab Polri saat ini sedamg fokus pada perbaikan pelayanan dan kinerjanya terbukti Polri terus berupaya meningkatkan profesionalisme, dan melakukan pendekatan humanis, serta merespons cepat setiap keluhan warga.

Berdasarkan rilis akhir tahun 2025, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri terus menunjukkan tren positif, di mana Polri masuk dalam tiga besar lembaga negara yang paling dipercaya dengan persentase kepuasan mencapai 78,2% menurut survei Litbang Kompas. Selain itu juga komitmen perbaikan internal polri untuk menindak tegas anggota yang melanggar aturan, termasuk praktik pungli, untuk mengembalikan dan meningkatkan kepercayaan publik. Kritik yang membangun terhadap polri dari masyarakat sangat penting untuk terus mendorong transparansi dan perbaikan kinerja Polri, terutama dalam kasus-kasus yang menonjol.

 

*Azmi Hidzaqi*
*Kordinator LAKSI*
*Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia*

Berita Terkait

Horor Antrian Bbm Sudah Terjadi Dimana Mana Menjadi Dilema Masyarakat
Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Dugaan Mafia BBM Subsidi di SPBU 24.373.80 Simpang Limbur, Desak BPH Migas dan Propam Mabes Polri Bertindak Tegas
Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden RI Rumuskan Nilai Rupiah Terhindarkan Anjlok Ditindas Dollar Melambung “Luluh lantakkan Perekonomian”
Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia
Langkah Tegas Menteri Imipas Dinilai Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Korupsi
Bela Mama Sinta, PW GPA DKI Minta Aparat Usut Tuntas dan Evaluasi Penayangan Film “Pesta Babi”
Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Negara dan APH Jangan Tutup Mata Terkait Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam
NTB Belum Sepenuhnya Terang, Publik Pertanyakan Realisasi Program dan CSR PLN

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:11 WIB

Horor Antrian Bbm Sudah Terjadi Dimana Mana Menjadi Dilema Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:07 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Dugaan Mafia BBM Subsidi di SPBU 24.373.80 Simpang Limbur, Desak BPH Migas dan Propam Mabes Polri Bertindak Tegas

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:42 WIB

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:38 WIB

Langkah Tegas Menteri Imipas Dinilai Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Korupsi

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:29 WIB

Bela Mama Sinta, PW GPA DKI Minta Aparat Usut Tuntas dan Evaluasi Penayangan Film “Pesta Babi”

Senin, 25 Mei 2026 - 02:49 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Meminta Negara dan APH Jangan Tutup Mata Terkait Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:23 WIB

NTB Belum Sepenuhnya Terang, Publik Pertanyakan Realisasi Program dan CSR PLN

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:21 WIB

Himlab Raya Jakarta: Bupati Labusel Layak Diakui sebagai Pemimpin yang Dekat dengan Masyarakat

Berita Terbaru

REGIONAL

Polsek Tapung Hilir Cek 21.500 Bibit Jagung Tandan Sari

Sabtu, 13 Jun 2026 - 22:39 WIB