Sebulan Lebih Pasca Banjir Bandang Aceh Timur, Ketua PW FRN Aceh Soroti Masih Banyak Warga Bertahan Tanpa Peralatan Dapur Jelang Bulan Suci Ramadhan

JAKARTA NOW

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:09 WIB

5050 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur – Lebih dari satu bulan setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh, luka akibat bencana itu ternyata belum benar-benar kering. Di Kabupaten Aceh Timur, khususnya di gampong-gampong terdampak banjir, keluhan warga terus bermunculan. Mereka mengaku masih berjuang memenuhi kebutuhan paling mendasar untuk menjalani kehidupan sehari-hari, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

Banjir yang terjadi pada 26 November 2025 lalu tidak hanya merendam rumah dan lahan pertanian warga, tetapi juga menyisakan persoalan serius dalam fase pemulihan. Hingga awal Januari 2026, sejumlah warga mengaku bantuan yang mereka terima belum sepenuhnya menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dandy, salah seorang warga Gampong Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih. Kepada Haris Nduru dari media angkatberita.id melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu, 7 Januari 2026, Dandy mengungkapkan bahwa warga saat ini menghadapi kesulitan besar akibat hilangnya peralatan dapur yang terbawa arus banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjelang bulan Ramadhan, yang paling kami butuhkan di sini adalah peralatan dapur. Hampir semua peralatan pecah belah di rumah kami rusak dan hanyut saat banjir tanggal 26 November lalu,” ujar Dandy.

Ia menjelaskan, banjir datang dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Air masuk ke rumah-rumah warga tanpa sempat diselamatkan, menghanyutkan piring, gelas, panci, wajan, hingga alat memasak lainnya. Akibatnya, hingga kini banyak keluarga terpaksa bertahan dengan peralatan seadanya atau saling meminjam.

“Bantuan sembako memang ada, tapi itu sifatnya habis pakai. Yang jadi persoalan, bagaimana kami memasak? Ramadhan sebentar lagi. Kebutuhan dapur justru makin besar,” ungkapnya.

Dandy menilai, kondisi tersebut mencerminkan bahwa penanganan pascabencana belum sepenuhnya menyentuh aspek pemulihan kehidupan warga. Ia berharap pemerintah tidak hanya hadir saat masa darurat, tetapi juga memastikan warga bisa kembali hidup normal.

Sorotan serupa datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Provinsi Aceh, Agus Suriadi. Dalam keterangannya kepada media angkatberita.id melalui sambungan telepon WhatsApp, Agus menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi serius terhadap pola penyaluran bantuan pascabencana di Aceh Timur.

“Pemerintah jangan terus-menerus fokus pada bantuan logistik seperti sembako. Itu penting, tapi tidak cukup. Sekarang ini kita bicara soal pemulihan, bukan lagi sekedar tanggap darurat,” tegas Agus.

Menurutnya, keluhan warga terkait peralatan dapur merupakan persoalan nyata yang tidak boleh dianggap sepele. Agus secara terbuka meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk segera mencari solusi konkret menjelang bulan Ramadhan.

“Saya berharap pemerintah kabupaten Aceh Timur menyediakan bantuan berupa pecah belah dan peralatan dapur bagi warga terdampak banjir 26 November 2025 lalu. Selain hunian yang layak huni, peralatan dapur ini sangat dibutuhkan, terutama saat bulan Ramadhan,” ujarnya.

Agus menilai, jika pemerintah terus mengabaikan kebutuhan tersebut, maka beban psikologis dan ekonomi warga akan semakin berat. Ia mengingatkan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum ketenangan dan pemulihan batin, bukan justru menjadi masa penuh kecemasan akibat kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.

“Jangan sampai warga hanya diposisikan sebagai objek bantuan sesaat. Negara harus hadir secara utuh, memastikan warga bisa hidup layak setelah bencana. Kalau peralatan dapur saja tidak ada, bagaimana mereka bisa menjalani ibadah puasa dengan tenang?” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terkait rencana penyaluran bantuan peralatan dapur bagi warga terdampak banjir. Sementara itu, warga di sejumlah gampong masih menunggu langkah nyata, berharap janji pemulihan pascabencana tidak berhenti sebatas data dan la (*)

Berita Terkait

Viral di Aceh Timur? Haris Nduru Tantang Kadis PUPR Jelaskan Perbedaan Data Proyek Rp7,25 Miliar
BNPB, Bangun Huntara Diduga Tak Layak Huni, Korban Banjir Simpang Jernih Mengeluh
Desakan Penyelidikan Dana Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Menguat, Kaperwil Mitrapolisi Aceh Minta APH Bertindak
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan
Jelang Ramadhan, Korban Banjir Simpang Jernih Terancam Tanpa Hunian, Pemerintah Diminta Jangan Lamban
Konferensi Pers Tanpa Pers, Bupati Aceh Timur Dinilai Tutup Mulut dan Abaikan Media
Organisasi Wartawan di Aceh Timur Deklarasi dan Bentuk Aliansi Kawal Rehab Rekon Pascabencana Banjir Aceh
Prestasi Drumband Pelajar Aceh Timur Mengalun Meriah, Medco E&P Turut Menguatkan Langkah Mereka

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:06 WIB

Menjahit Senyum, Menumbuhkan Harapan: Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit Gratis Warnai HUT Aceh Tenggara ke-52 dan Hari Bhayangkara ke-80

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:39 WIB

Digerebek Satresnarkoba, Tiga Pelaku Penyalahgunaan Sabu Diamankan

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:26 WIB

Menjaga Bumi Sepakat Segenep dari Ancaman Narkoba, Satresnarkoba Polres Agara Gagalkan Peredaran Sabu

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:47 WIB

Menembus Malam, URC Satreskrim Polres Aceh Tenggara Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:22 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:39 WIB

Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:41 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 02:10 WIB

Bayaran Rp3 Juta untuk Publikasi Isu Aset Desa? PJ Pengulu Kute Buluh Minta Fakta Dibuka Terang-Benderang

Berita Terbaru