Polisi Tangkap Penimbun BBM Subsidi di Bengkulu, Negara Rugi Ratusan Juta Rupiah

JAKARTA NOW

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 02:54 WIB

50197 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu — Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Bengkulu berhasil mengungkap kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di wilayah Kota Bengkulu. Seorang pria berinisial PI ditangkap setelah diketahui melakukan aktivitas ilegal tersebut secara rutin dan terorganisir dengan memanfaatkan celah sistem distribusi subsidi di salah satu SPBU.

PI menjalankan modus operandi dengan cara mengisi penuh tangki truk berulang kali setiap hari menggunakan barcode kendaraan. Belakangan diketahui, truk yang digunakan tidak layak jalan berdasarkan hasil pemeriksaan dari Balai Pengujian Kendaraan Bermotor. Meski tidak digunakan untuk mengangkut barang, truk tersebut tetap dioperasikan hanya untuk menampung solar subsidi yang kemudian dikuras kembali ke dalam jeriken untuk dijual secara eceran di atas harga resmi.

Pihak kepolisian menyebut pelaku telah melakukan pengisian BBM sebanyak 481 kali, dengan total pembelian mencapai 42,8 kiloliter Bio Solar. Aktivitas ilegal tersebut dilakukannya secara terus-menerus hingga akhirnya terendus oleh aparat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap kali selesai mengisi BBM di SPBU, pelaku membawa truk pulang ke kediamannya, lalu mengalirkan solar dari tangki truk ke jeriken berkapasitas 30 liter menggunakan selang. Dalam satu hari, pelaku mampu mengumpulkan antara lima hingga enam jeriken yang kemudian dijual kembali dengan harga Rp10.000 per liter. Padahal, harga resmi Bio Solar subsidi di SPBU saat ini masih sebesar Rp6.800 per liter. Dengan demikian, pelaku memperoleh keuntungan sebesar Rp3.200 untuk setiap liter bahan bakar yang dijualnya.

Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Andy Pramudya Wardana menyatakan bahwa penyidik turut menghitung kerugian negara akibat aktivitas ini. Dihitung dari selisih harga subsidi dan harga eceran yang ditetapkan pemerintah, total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp276 juta.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit truk tronton yang digunakan untuk menampung solar, enam jeriken berisi Bio Solar, masing-masing berkapasitas 30 liter, tiga jeriken kosong kapasitas 35 liter, serta 174 liter Bio Solar yang siap diedarkan.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Mirza Gunawan, menyatakan bahwa penyidik masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain atau jaringan distribusi ilegal yang terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM subsidi ini.

Atas perbuatannya, PI dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Pasal tersebut mengatur sanksi bagi siapapun yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM tanpa izin resmi. Ancaman hukuman atas pelanggaran ini adalah pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal sebesar Rp60 miliar.

Polda Bengkulu menegaskan akan terus memperketat pengawasan terhadap distribusi dan penggunaan BBM bersubsidi, guna mencegah penyalahgunaan serupa ke depan. Praktik penimbunan dan penjualan kembali bahan bakar bersubsidi dinilai merugikan negara dan masyarakat luas, terutama kalangan yang sangat membutuhkan subsidi untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari. *

Berita Terkait

Kinerja Profesional Polsek Bosar Maligas Bersinar, Unit Reskrim Cepat Ungkap Kasus Pencurian Kabel Tembaga di KEK Sei Mangkei
Bak Operasi Senyap, Tim URC Temukan Senapan Tersembunyi di Batang Kayu Lapuk
Dukung Ketahanan Pangan, Polisi Amati Kondisi Daun dan Lahan Jagung masyarakat
Ops Antik Toba 2026 Sat Narkoba Polres Simalungun Cetak Rekor Tertinggi: 32 Kasus Dibongkar, 53 Tersangka Diringkus, 535 Gram Sabu hingga Jaringan Aceh-Medan Digulung
Brigjen Hengki Beberkan 1.333 Kasus Curat-Curas-Curanmor: Narkoba Dalang Kejahatan Jalanan
Masyarakat Hubungi 110, Polsek Dolok Batu Nanggar dan Unit Jatanras Polres Simalungun Sigap Bekuk Dua Pencuri Anak Lembu yang Kabur Pakai Mobil Sedan
Prestasi atau Sekadar Seremoni? Menguji Nyali RW di Balik Kasus Asusila yang Membeku di Polda Metro Jaya
Wakapolda Riau: Zero Tolerance Narkoba, 27 Kg Sabu Jaringan Internasional Digagalkan di Meranti

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:39 WIB

Pengadaan Tanah Jalan Jantho–Keumala Diduga Belum Tuntas, Konsultasi Publik Masih Digelar Hingga 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 13:53 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:49 WIB

Bahagia, Ketua IWOI Aceh Ciptakan Suasana Kebersamaan dan Kekeluargaan

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:21 WIB

Syahbudin Padang Kecam Keras Israel, Penangkapan Jurnalis Indonesia Dinilai Langgar HAM

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:14 WIB

Syahbudin Padang Angkat Bicara Soal Pernyataan Kadis Pendidikan Aceh Terkait UKW

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:57 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Pencabutan Pergub JKA, Desak Evaluasi Pejabat Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:45 WIB

Preman Beraksi di Dalam Polda Metro Jaya, Ketua DPW Fanst Respon Aceh: Ini Tamparan Keras untuk Polri!

Senin, 9 Maret 2026 - 21:46 WIB

Ketua Penasehat Ikatan Wartawan Online Indonesia Provinsi Aceh Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Rektor USK

Berita Terbaru